Suraqah Bin Malik

Ketika Rasulullah SAW hijrah dari kota Makkah menuju madinah bersama Abu bakar, kaum Quraisy mengadakan suatu sayembara. Ketentuan sayembara itu adalah barang siapa yang bisa menangkap Rasulullah dan Abu Bakar akan diberikan hadiah yg besar. Tersebutlah seorang bernama Suraqah bin Malik, seorang penunggang kuda yang sangat pemberani. Karena tergiur janji hadiah bagi pemenang sayembara, diapun segera mengejar rasulullah SAW dan Abu Bakar untuk menangkap mereka.

Ketika pengejaran semakin sekat, dan Suraqah dapat melihat Rasulullah SAW bersama Abu Bakar dari atas kudanya, ia lalu mulai membidikkan panahnya. Suraqah yang terkenal dgn ketepatan panahnya yakin bahwa bidikan nya kalin ini tdk akan melesat. Mengetahui hal itu, Abu Bakar langsung diserang rasa takut. Berkatalah ia kpd Rasulullah,”kita akan tertangkap,wahai rasulullah. Lihatlah dibelakang kita. Suraqah sudah semakin dekat.” Namun tahukah engkau apa yg dilakukan Rasulullah SAW.

Dengan segala kerendahan hati, beliau berdoa,” ya Allah, selematkanlah hambamu ini dengan dengan cara apapundan bagaimanapun kehendakmu. Sesungguhnya engkau berkuasa atas segala kehendakmu.”

Tiba2, suraqah jatuhterjerembeb bersama kudanya. Karena merasa mungkin sang kuda telah menginjak sesuatu tanpa sengaja sehingga terjatuh, Suraqah kembali menaiki kudanya dan berusaha mengejar Rasulullah SAW dan Abu Bakar untuk kedua kalinya. Namun seperti yg terjadi sebelumnya, kuda Suraqah kembali terjatuh. Kali ini suraqah terlempar amat jauh. Karena didorong rasa penasaran, suraqah kembali bangkit, menaiki kudanya , dan mencoba memburu Rasulullah untuk yg ke 3 kalinya. Sayang, dia terjatuh lagi. Saat itulah Suraqah sadar akan sesuatu. Ia membatin,” sekarang aku tahu bahwa laki2 itu tak bisa kusentuh sama sekali.” Lalu Suraqah berteriak “ Wahai Muhammad, beri aku sesuatu!”

Setelah mendengar teriakan Suraqah Rasulullah pun menjawab, “  Aku menjanjikan Kepada engkau kisra.”

“Kisra?” Tanya Suraqah terkejut.”Apakah kisra raja negeri persia itu?”

“Ya,”  Tegas Nabi SAW, “ Kisra, sang raja persia.”

Meski pada saat itu Suraqah belum menyatakan diri untuk masuk islam, namun karena dia sangat yakin dgn apa yg dikatakan Rasul SAW, maka Suraqah pun mempercayainya. Dia berkata, “ Apakah engkau mau menulis janjimu itu?”

Maka Nabi SAW pun memanggil Abu bakar,” Wahai Abu Bakar, tulislah apa yang aku katakan padanya tadi.”

Ketika hari Demi hari terus berganti, hingga Rasulullah SAW wafat dan kepemimpinan umat dipegang Abu Bakar, kemudian Umar Bin Khattab, Saat itulah islam telah mampu melebarkan dakwahnya hingga negeri Persia, dan menaklukan kerajaan Kisra. Sebgai khalifah, Umar kemudian mengumpulkan orang2 di dalam masjid u/ menyampaikan khutbah.

“ Mana Suraqah Bin Malik?! Mana Suraqah Bin Malik?! Datanglah padaku wahai Suraqah!” seru Umar dari atas mimbar sambil meneteskan air mata,” Bawa kepadaku janji Rasulullah SAW yg engkau minta untuk dituliskan dahulu. Ambillah bagian yg telah dijanjikan Rasulullah SAW Kepadamu.”

Mendengar itu, seluruh masjid ikut mengucurkanair mata karena terharu.

Itulah harapan wahai saudaraku. Jika engkau yakin, cepat atau lambat insya Allah akan terwujud.

Sumber: Buku Yaqin Karangan Amr Khaled

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s